Menentukan 5W+1H dalam berita lempang.
Kebakaran haguskan 200 rumah di Makassar
Jumat, 29 Agustus 2014 18:15 WIB |
4.228 Views
Pewarta: Muh Hasanuddin
Warga menyaksikan sejumlah rumah
yang hangus terbakar di Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Makassar, Sulsel, Jumat (29/8).
Meski tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut, namun 200 rumah hangus
terbakar dan 300 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal. (ANTARA FOTO/Yusran
Uccang)
Makassar (ANTARA News) - Kebakaran telah
menghanguskan sekitar 200 rumah di pemukiman padat penduduk di Jalan Sapiria,
Kelurahan Lembo, Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan.
"Api sangat cepat menyebar dan membesar karena saat sebagian warga sedang salat Jumat berjamaah di masjid dan tiba-tiba api terlihat dari rumah Daeng Bollo," ujar salah seorang warga setempat, Wati, di Makassar, Jumat.
Kebakaran yang berlangsung selama dua jam lebih itu hanya dipadamkan oleh warga setempat dengan menggunakan peralatan seadanya karena semua armada pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau lokasi itu.
Sempitnya lorong atau gang menuju lokasi yang tidak mampu dilewati oleh mobil pemadam hanya menjadi pemandangan warga lainnya, dan hanya sedikit warga yang membantu pemadaman.
Meskipun demikian, petugas pemadam kebakaran tetap berupaya semaksimal mungkin untuk memadamkan api sehingga akhirnya api bisa dikuasai dua jam kemudian.
"Di sini penduduknya memang sangat padat dan jalan-jalan di sini hanya bisa dilewati sama motor dan becak. Mobil tidak bisa masuk karena memang sempit sekali jalannya," katanya.
Sementara itu, belasan mobil pemadam tetap berusaha menjangkau lokasi itu dengan berputar keempat sisi lokasi dan mengambil jalan-jalan terdekat, namun itu juga hanya sia-sia.
Jalur terdekat untuk mengaksesnya melalui jalan Sunu, perbatasan lokasi itu atau disebelah timur dari kebakaran dan dari lokasi itu pula beberapa petugas menyiramkan air tersebut.
Kebakaran itu telah menghanguskan kurang lebih 300 kepala keluarga (KK) di RT 01, 02, 03 dan 04, RW 02 Kelurahan Lembo, Kecamatan Tallo. Kebakaran menghanguskan 200 ruma di empat RT tersebut.
Api diduga berasal dari rumah Daeng Bollo (48) tepat dibelakang Masjid Babul Jannah, Sapiria. Api yang dengan cepat membesar dipicu oleh ledakan kompor, dimana Anni yang menantu Daeng Bollo sedang memasak mie instan dan meninggalkannya.
Ketika Anni masuk ke dalam rumahnya, api sudah membesar dan merembes kebeberapa dinding rumah hingga menyeberang ke rumah tetangga sampai akhirnya membesar karena tertiup angin yang kencang.
Sampai saat ini, laporan dari pihak kepolisian menyebutkan jika penyebabpasti kebakaran masih dalam penyelidikan dan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut.
"Api sangat cepat menyebar dan membesar karena saat sebagian warga sedang salat Jumat berjamaah di masjid dan tiba-tiba api terlihat dari rumah Daeng Bollo," ujar salah seorang warga setempat, Wati, di Makassar, Jumat.
Kebakaran yang berlangsung selama dua jam lebih itu hanya dipadamkan oleh warga setempat dengan menggunakan peralatan seadanya karena semua armada pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau lokasi itu.
Sempitnya lorong atau gang menuju lokasi yang tidak mampu dilewati oleh mobil pemadam hanya menjadi pemandangan warga lainnya, dan hanya sedikit warga yang membantu pemadaman.
Meskipun demikian, petugas pemadam kebakaran tetap berupaya semaksimal mungkin untuk memadamkan api sehingga akhirnya api bisa dikuasai dua jam kemudian.
"Di sini penduduknya memang sangat padat dan jalan-jalan di sini hanya bisa dilewati sama motor dan becak. Mobil tidak bisa masuk karena memang sempit sekali jalannya," katanya.
Sementara itu, belasan mobil pemadam tetap berusaha menjangkau lokasi itu dengan berputar keempat sisi lokasi dan mengambil jalan-jalan terdekat, namun itu juga hanya sia-sia.
Jalur terdekat untuk mengaksesnya melalui jalan Sunu, perbatasan lokasi itu atau disebelah timur dari kebakaran dan dari lokasi itu pula beberapa petugas menyiramkan air tersebut.
Kebakaran itu telah menghanguskan kurang lebih 300 kepala keluarga (KK) di RT 01, 02, 03 dan 04, RW 02 Kelurahan Lembo, Kecamatan Tallo. Kebakaran menghanguskan 200 ruma di empat RT tersebut.
Api diduga berasal dari rumah Daeng Bollo (48) tepat dibelakang Masjid Babul Jannah, Sapiria. Api yang dengan cepat membesar dipicu oleh ledakan kompor, dimana Anni yang menantu Daeng Bollo sedang memasak mie instan dan meninggalkannya.
Ketika Anni masuk ke dalam rumahnya, api sudah membesar dan merembes kebeberapa dinding rumah hingga menyeberang ke rumah tetangga sampai akhirnya membesar karena tertiup angin yang kencang.
Sampai saat ini, laporan dari pihak kepolisian menyebutkan jika penyebabpasti kebakaran masih dalam penyelidikan dan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut.
Editor: Suryanto
Keterangan
What ? Biru
who ? hijau
why ? Pink
where? Merah
when? ungu
How ?
Coklat
sumber
: http://www.antaranews.com/berita/450943/kebakaran-haguskan-200-rumah-di-makassar
Kecelakaan saat Mau Pergi Berwisata, Tiga Pegawai Rumah Makan Tewas
Selasa, 2 September 2014 | 14:23 WIB
KOMPAS.com/Ika
Fitriana Beberapa korban luka kecelakaan di
ruas Jalan Temanggung - Semarang saat dirawat di RSJ Prof Dr Soerojo Kota
Magelang, Jawa Tengah, Selasa (2/9/2014).
MAGELANG, KOMPAS.com – Kecelakaan maut antara minibus dan truk bermuatan pasir terjadi di ruas Jalan Temanggung-Semarang, Jawa Tengah, Selasa (2/9/2014). Dalam kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 06.00 WIB itu, tiga orang tewas di lokasi kejadian dan sembilan orang lainnya luka-luka.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula saat mobil Izusu Elf bernomor polisi AA 1042 HF yang berpenumpang 12 orang melaju dari arah Semarang menuju Magelang. Mereka adalah rombongan pegawai Rumah Makan Cabe, Kabupaten Rembang yang hendak berwisata ke Yogyakarta.
Namun, ketika sampai di Dusun Digelan II, Kecamatan Soropadan, Kabupaten Temanggung, minibus yang dikemudikan Joko, warga Purworejo itu, sedikit oleng dan menabrak truk bermuatan pasir bernomor polisi H 1814 DE.
Akibat kecelakaan itu, bagian kap dan bodi mobil itu rusak parah bahkan nyaris hilang. Tiga korban meninggal akibat peristiwa nahas itu adalah seorang sopir minibus, Joko Susanto (35) warga Bener Purworejo dan dua orang penumpang minibus, yakni Parti (40) dan Wiwid (25) warga Rembang. Jenazah ketiga korban dibawa ke RSUD Kabupaten Temanggung. Sementara sembilan orang mengalami luka-luka dilarikan ke RSJ Prof Dr Soerojo, Kota Magelang.
Kasatlantas Polres Temanggung, AKP Andhika Wiratama mengatakan hingga kini pihaknya masih melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab kejadian itu.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan sejumlah saksi, papar Andhika, minibus melaju dari arah Semarang dan truk dari arah Magelang. Titik tabrakan berada di jalur truk sehingga minibus diduga oleng ke kanan atau keluar jalur.
"Tabrakan tidak telak di depan, tetapi di bagian samping sehingga badan minibus mengelupas. Namun kami belum dapat memastikan penyebabnya,apakah sopir minibus mengantuk atau bagaimana, kami masih akan melakukan penyelidikan," katanya.
Sementara itu, menurut sopir truk, Helmi Trisandi, dirinya mengaku mengemudikan truk yang memuat pasir dengan kecepatan sedang sekitar 40 hingga 50 kilometer per jam.
Saat itu kondisi jalan masih sepi. Namun tiba-tiba ada minibus yang melaju kencang dari arah semarang oleng ke kanan dan menghantam pintu dan bak truk bagian kanan.
“Saya jalan kecepatan sedang, karena memuat pasir. Saya juga tidak sempat menghindar saat minibus hendak menabrak truk saya karena muatan truk berat,” ujar Helmi yang merupakan warga Grabag, Kabupaten Magelang itu.
Penulis
|
: Kontributor Magelang, Ika Fitriana
|
Editor
|
: Caroline Damanik
|
sumber :
http://regional.kompas.com/read/2014/09/02/14235311/Kecelakaan.saat.Mau.Pergi.Berwisata.Tiga.Pegawai.Rumah.Makan.Tewas
Keterangan
What ? Biru
who ? hijau
why ? Pink
where? Merah
when? ungu
How ?
Coklat
Rabu, 27 Agustus 2014 | 09:12 WIB
Kasus Asusila, Gubernur Riau Terancam 12 Tahun Bui
TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Kepolisian RI Inspektur Jenderal, Ronny Franky Sompie, mengatakan Gubernur Annas Maamun terancam 12 tahun penjara jika terbukti melakukan tindak asusila. Annas bisa dijerat Pasal 284 atau Pasal 285 Kitab Undang-undang Hukum Pidana tentang perzinahan dan perkosaan.
Ronny menegaskan, penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Mabes Polri berencana memanggil Annas sebagai terlapor untuk dimintai keterangan. Namun Ronny belum dapat memastikan tanggal pemanggilan pria berusia 74 tahun itu. "Terlapor biasanya kami panggil terakhir," kata Ronny di Mabes Polri, Selasa, 2 September 2014. (Baca: 3 Skandal Asusila Gubernur Riau yang Bikin Heboh)
Annas diduga melakukan tindakan asusila terhadap WW, putri mantan anggota Dewan Perwakilan Daerah RI Soemardhi Thaher. Soemardi mengadukan Annas kepada Badan Reserse dan Kriminal Polri pada Rabu, 27 Agustus 2014 yang tertuang dalam laporan bernomor LP/797/VII/2014/Bareskrim.
Dalam waktu dekat, kata Ronny, Mabes Polri akan memanggil para saksi terkait dengan dugaan perbuatan asusila yang dilakukan Annas Maamun pada Kamis, 4 September 2014. "Saksi yang dipanggil adalah saksi korban dan saksi lain yang dianggap mengetahui dugaan peristiwa itu," kata Ronny. (Baca: Begini Kronologis Dugaan Asusila Gubernur Riau)
Menurut Ronny, kejadian itu bermula saat WW menghadap Annas untuk mengurus administrasi seminar bahasa pada Jumat, 30 Mei 2014. WW mendatangi Ketua DPD Golkar Riau di kediaman pribadinya di Jalan Belimbing Nomor 18, Pekanbaru. Ada pun Annas belum berhasil dimintai konfirmasi terkait kasus yang membelitnya.
ROBBY IRFANY
Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2014/09/02/063603996/Kasus-Asusila-Gubernur-Riau-Terancam-12-Tahun-Bui
Keterangan
What ? Biru
who ? hijau
why ? Pink
where? Merah
when? ungu
How ?
Coklat



Tidak ada komentar:
Posting Komentar